Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional

 Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional di Indonesia

Daftar Lembaga Amil Zakat Nasional yang ada di Indonesia saat ini sudah semakin banyak. Tercatat ada 27 Lembaga Amil Zakat (LAZ) skala Nasional yang sudah resmi disahkan oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Zakat, berikut daftar Lembaga Amil Zakat Nasional:

1NAMA LAZLAZ Rumah Zakat Indonesia

AlamatJl. Turangga No.25 C. Bandung, Jawa Barat

Telepon(022) 733-2407 / (022) 733-2408 / (022) 731-7400

Emailwelcome@rumahzakat.org

No. Rekomendasi235/BP/BAZNAS/VI/2015
008/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 29 Juni 2015



2NAMA LAZLAZ Daarut Tauhid

AlamatJl. Geger Kalong Girang No. 32 Bandung, Jawa Barat

Telepon(022) 202-1861

Emailinfo@dtpeduli.org

No. Rekomendasi096/BP/BAZNAS/II/2016
004/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 01 Juli 2015



3NAMA LAZLAZ Baitul Maal Hidayatullah

AlamatGraha BMH, Kalibata Office Park Blok H,
Jl. Raya Pasar Minggu No. 21, Kalibata Selatan, Jakarta

Telepon(021) 797-5770 / (021) 797-5771

Emailcs.jakarta@bmh.or.id / sekretariat@bmh.or.id

No. Rekomendasi237/BP/BAZNAS/VII/2015
010/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2015Tanggal 15 Juli 2015



4NAMA LAZLAZ Dompet Dhuafa Republika

AlamatPerkantoran Ciputat Indah Permai Blok C 28–29
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Ciputat – 15419 Ciputat, Tangerang Selatan

Telepon(021) 741-6050

Emaillayandonatur@dompetdhuafa.org / corporatesecretary@dompetdhuafa.org

No. Rekomendasi339/BP/BAZNAS/X/2015
014/HVR/SDP/BAZNAS/X/2015
Tanggal 27 Oktober 2015



5NAMA LAZLAZ Nurul Hayat

AlamatPerum IKIP Gunung Anyar B-48, Surabaya

Telepon(031) 878-3344 / (031) 879-4733 (bag.humas)

Emailhumas.nurulhayat@gmail.com / salam@nurulhayat.org

No. Rekomendasi004/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2015
Tanggal 17 April 2015



6NAMA LAZLAZ Inisiatif Zakat Indonesia

AlamatJl Raya Condet No 54 D-E Batu Ampar Jakarta Timur 13520

Telepon(021) 8778-7325

Emailsalam@izi.or.id

No. Rekomendasi005/HVR/SDP/BAZNAS/VI/2015
Tanggal 04 Juni 2015



7NAMA LAZLAZ Yatim Mandiri Surabaya

AlamatJl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya

Telepon(031) 828-3488

Emailinfo@yatimmandiri.org

No. Rekomendasi006/BP/BAZNAS/I/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016



8NAMA LAZLAZ Lembaga Manajemen Infak Ukhuwah Islamiyah

AlamatGedung SEHATi Lt. 3 Jl. Barata Jaya Gg XXII No. 20 Surabaya

Telepon(031) 505-3883 / 0822-3000-0909 (WA Layanan)

Emailinfo@lmizakat.org

No. Rekomendasi007/BP/BAZNAS/I/2016
001/HVR/SDP/BAZNAS/I/2016
Tanggal 06 Januari 2016



9NAMA LAZLAZ Dana Sosial Al Falah Surabaya

AlamatJl. Kertajaya 8C/17, Surabaya

Telepon(031) 505-6650

Emailinfo@ydsf.org

No. Rekomendasi095/BP/BAZNAS/II/2016
003/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016



10NAMA LAZLAZ Pesantren Islam Al-Azhar

AlamatKomplek Masjid Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru
Jl. RS Fatmawati No. 27, Kel. Gandaria, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan

Telepon(021) 722-1504 / (021) 2904-5219

Emailinfo@alazharpeduli.com

No. Rekomendasi097/BP/BAZNAS/II/2016
005/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 18 Februari 2016



11NAMA LAZLAZ Baitulmaal Muamalat

AlamatRuko Mitra Matraman Blok A1, Jakarta
Jl. Matraman Raya No. 27, Jakarta

Telepon(021) 8591-8138 / (021) 8591-8139

Emailoffice@baitulmaalmuamalat.org

No. Rekomendasi107/BP/BAZNAS/II/2016
007/HVR/SDP/BAZNAS/II/2016
Tanggal 23 Februari 2016



12NAMA LAZLAZ Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Nahdatul Ulama (LAZIS NU)

AlamatGedung PBNU Lt. 2 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat

Telepon(021) 310-2913

Emailemail@nucare.id / nucarepusat@gmail.com

No. Rekomendasi095/PH/BAZNAS/V/2016
002/HVR/SDP/BAZNAS/V/2016
Tanggal 25 Mei 2016



13NAMA LAZLAZ Global Zakat

AlamatMenara 165 Office Tower 11th Floor.
Jl. TB Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur, Jakarta Selatan 12560

Telepon( 021) 2940-6565

Emailinfo@act.id

No. Rekomendasi187/PH/BAZNAS/VII/2016
017/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2016
Tanggal 26 Juli 2016



14NAMA LAZLAZ Muhammadiyah

AlamatGedung Pusat Dakwah Muhammadiyah,
Jl. Menteng Raya 62 Jakarta Pusat 10340

Telepon(021) 315-0400 / Call center 0856-1626-222

Emailinfo@lazismu.org

No. Rekomendasi218/PH/BAZNAS/VIII/2016
020/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2016
Tanggal 26 Agustus 2016



15NAMA LAZLAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

AlamatGedung Menara Dakwah,
Jl. Kramat Raya No. 45, Kramat, Senen, Jakarta Pusat 10450

Telepon(021) 3190-1233 / (021) 3190-1281

Emailinfo@lazisdewandakwah.co / info@laznasdewandakwah.or.id

No. Rekomendasi228/PH/BAZNAS/IX/2016
021/HVR/SDP/BAZNAS/IX/2016
Tanggal 01 September 2016



16NAMA LAZLAZ Perkumpulan Persatuan Islam

AlamatJl. Perintis Kemerdekaan No. 2-4, Bandung, Jawa Barat

Telepon62-22-421 7436

Emailinfo@pzu.or.id /  pzu.pusat@gmail.com

No. Rekomendasi349/PH/BAZNAS/X/2016
025/HVR/SDP/BAZNAS/X/2016
Tanggal 26 Oktober 2016



17NAMA LAZYayasan Rumah Yatim Ar-Rohman Indonesia

AlamatJl. Terusan Jakarta No. 212 Antapani, Bandung

Telepon(022) 217-014

Emailinfo@rumah-yatim.org

No. Rekomendasi025/DPRDN/BAZNAS/II/2017
053/ANG/Ver.Rekomendasi/BAZNAS/II/2017
Tgl. 17 februari 2017



18NAMA LAZLAZ Yayasan Kesejahteraan Madani

AlamatJl. Teluk Kumai No.51 Komp. AL Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520

Telepon(021) 782-8017

Emailwelcome@yakesma.org / sahab.ku@gmail.com

No. Rekomendasi089/SET.BAZNAS/01.02/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017
389/HVR/SDP/BAZNAS/VIII/2017 Tanggal 14 Agustus 2017



19NAMA LAZLAZ Yayasan Griya Yatim & Dhuafa

AlamatJl. Rawa Buntu Utara Blok Y No. 3, Sektor 1.2 BSD City, Tangerang Selatan, Banten

Telepon(021) 538-1775

Emailgriyayatimdhuafa@gmail.com /  info@griyayatim.com

No. Rekomendasi246/Set.BAZNAS/KP.02/12/2017
630/HVR/SDP/BAZNAS/XII/2017
Tanggal 22 Desember 2017



20NAMA LAZLAZ Yayasan Daarul Qur’an Nusantara (PPPA)

AlamatKawasan Bisnis CBD Cileduk Blok A3 No. 21,
Jl. HOS Cokroaminoto, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten 15157

Telepon(021) 7344-4858

Emailsekretariat@pppa.id / layanan@pppa.id

No. Rekomendasi231/HVR/SDP/BAZNAS/III/2018
Tanggal 01 Maret 2018



21NAMA LAZLAZ Yayasan Baitul Ummah Banten

AlamatJl. Raya Munjul – Panimbang KM 1.5
Desa Munjul Kecamatan Munjul Kab. Pandeglang – 42276

Telepon

Emailbantenfound@gmail.com

No. Rekomendasi79/Set.BAZNAS/IV/2018
305/HVR/SDP/BAZNAS/IV/2018
Tanggal 11 April 2018



22NAMA LAZLAZ Yayasan Pusat Peradaban Islam (AQL)

AlamatJl. Tebet Utara 1 No 40 , Jakarta Selatan 12810

Telepon

Emailinfo@divitherapy.com

No. RekomendasiB.250/Set.BAZNAS/X/2018
691/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 22 Oktober 2018



23NAMA LAZLAZ Yayasan Mizan Amanah

AlamatJl. Ulujami Raya No 111, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan

Telepon

Emailinfo@mizanamanah.or.id

No. RekomendasiB.225/Set.BAZNAS/X?2018
704/HVR/SDP/BAZNAS/X/2018
Tanggal 31 Oktober 2018



24NAMA LAZLAZ Panti Yatim Indonesia Al Fajr

AlamatJl. Pasundan No. 26, Kel. Pungkur, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat

Telepon(022) 540-1334

Emailmail@pantiyatim.or.id

No. RekomendasiB.003/Set.BAZNAS/I/2019
016/HVR/SDP/BAZNAS/I/2018
Tanggal 09 Januari 2019



25NAMA LAZLAZ Wahdah Islamiyah

AlamatJl. Antang Raya No. 48, Antang, Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Telepon

Email layanan@wiz.or.id

No. RekomendasiB.018/Set.BAZNAS/II/2019
189/HVR/ANG/BAZNAS/II/2019
Tanggal 20 Februari 2019



26NAMA LAZLAZ Yayasan Hadji Kalla

AlamatWisma Kalla Bulding Lt. 14.
Jl. Dr. Sam Ratulangi Nomor 08 Makassar

Telepon(0411) 870111

Emailyayasankalla@kallagroup.co.id

No. RekomendasiB.290/Set.BAZNAS/VII/2019
385/HVR/SDP/BAZNAS/VII/2019
Tanggal 23 Juli 2019



27NAMA LAZLAZ Djalaludin Pane Foundation (DPF)

AlamatJl. Setia Budi No.123 Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara
Jl. Pulo Macan V no. 47/49 Tomang Jakarta Barat – 11440 (Kantor Administrasi)

Telepon(021) 566-8761 (Kantor)

Email Info@djalaluddinpane.org

No. RekomendasiB.794/Set.BAZNAS/III/2020
326-01/ANG/BAZNAS/III/2020
Tanggal 04 Maret 2020

Baca Juga: Cara menghitung zakat Mal

Ingin berzakat dengan lembaga zakat terpercaya? Mari berzakat bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat. Caranya cukup mudah tinggal klik button berikut: zakatkita.org

Sejarah Zakat Masa Nabi Muhammad

 

Sejarah Zakat Pada Masa Nabi Muhammad

Sejarah zakat pertama turun ketika Nabi hijrah ke Madinah. Waktu di Makkah, umat muslim yang memiliki kemampuan harta dianjurkan untuk bersedekah dan memerdekakan para budak. Namun, belum ada sistem atau lembaga yang mengelola kewajiban berzakat. Pun termasuk pada saat hijrah, umat muslim tidak membawa banyak harta dan aset kekayaan yang mereka miliki (kecuali Usman bin Affan). Namun, setelah setahun membangun ketahanan ekonomi, barulah Rasulullah mengumumkan wajib zakat.

Keahlian orang-orang muhajirin adalah berdagang. Pada suatu hari, Sa’ad bin Ar-Rabi’ menawarkan hartanya kepada Abdurrahman bin Auf, tetapi Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Di sanalah ia mulai berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak lama, berkat kecakapannya berdagang, ia menjadi kaya kembali. Bahkan, sudah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa dagangannya.

Orang-orang Makkah yang ahli dalam perdagangan ini diungkapkan dalam Alqur’an pada ayat-ayat yang mengandung kata-kata tijarah: ”Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat). (QS An-Nur:37)

Sejarah Zakat Awal Mula Disyariatkan

Sejarah Zakat Masa Nabi Muhammad


Awal mulanya ayat-ayat Alqur’an yang berisikan tentang zakat ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Makkah. Perintah tersebut pada awalnya masih sekedar sebagai anjuran, sebagaimana wahyu Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 39: ”Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)”.

Namun menurut pendapat mayoritas ulama, zakat mulai disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah. Di tahun tersebut zakat fitrah diwajibkan pada bulan Ramadhan, sedangkan zakat mal diwajibkan pada bulan berikutnya, Syawal. Jadi, mula-mula diwajibkan zakat fitrah kemudian zakat mal atau kekayaan. Tahun ke-2 Hijriah ini Rasulullah mulai menerapkan sistem zakat secara lembaga.

Ayat berkaitan zakat juga tercantum pada surat Al-Mu’minun ayat 4: ”Dan orang yang menunaikan zakat”. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan zakat dalam ayat di atas adalah zakat mal atau kekayaan meskipun ayat itu turun di Makkah. Padahal, zakat itu sendiri diwajibkan di Madinah pada tahun ke-2 Hijriah. Fakta ini menunjukkan bahwa kewajiban zakat pertama kali diturunkan saat Nabi SAW menetap di Makkah, sedangkan ketentuan nisabnya mulai ditetapkan setelah Beliau hijrah ke Madinah.

Baca Juga: Cara Menghitung Zakat Mal

Setelah hijrah ke Madinah, Nabi SAW menerima wahyu berikut ini, ‘‘Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Baqarah: 110). Berbeda dengan ayat sebelumnya, kewajiban zakat dalam ayat ini diungkapkan sebagai sebuah perintah, dan bukan sekedar anjuran.

Menjelang tahun ke-2 Hijriah, Rasulullah SAW telah memberi batasan mengenai aturan-aturan dasar, bentuk-bentuk harta yang wajib dizakati, siapa yang harus membayar zakat, dan siapa yang berhak menerima zakat. Dan, sejak saat itu zakat telah berkembang dari sebuah praktik sukarela menjadi kewajiban sosial keagamaan yang dilembagakan yang diharapkan dipenuhi oleh setiap Muslim yang hartanya telah mencapai nisab, jumlah minimum kekayaan yang wajib dizakati.

Sejarah Pengelolaan Zakat di Madinah

Tahun kedua di Madinah, kondisi perekonomian umat muslim sudah jauh lebih baik. Kaum Muhajirin sudah mulai memiliki ketahanan ekonomi. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah memberikan kebijakan wajib zakat. Rasulullah mengutus Mu’adz bin Jabal untuk menjadi Qadhi dan amil zakat di Yaman. Nabi Muhammad memberikan nasehat kepada Mu’adz untuk menyampaikan kepada ahli kitab beberapa hal, di antaranya adalah kewajiban berzakat dengan kalimat: Sampaikan bahwa Allah telah mewajibkan zakat kepada harta benda meraka, yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang miskin yang ada di antara mereka.”

Rasulullah juga pernah mengangkat dan menginstruksikan kepada beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab dan Ibn Qais ‘Ubadah Ibn Shamit sebagai amil zakat di tingkat daerah. Sebagai kepala negara, perintah Rasul langsung dijalankan oleh seluruh umat muslim dengan sigap.

Setelah mengutus para sahabat sebagai Amil, Rasulullah mensosialisasikan aturan-aturan dasar, bentuk harta yang wajib dizakatkan, siapa saja yang harus membayar zakat, serta siapa saja yang menerima zakat kepada penduduk Madinah dan daerah sekitarnya.

Zakat yang diterapkan Nabi Muhammad mengalami perubahan sifat. Saat di Makkah, zakat dilakukan hanya bersifat sukarela. Setelah hijrah, zakat menjadi kewajiban sosial yang dilembagakan, dan harus dipenuhi oleh setiap muslim yang memiliki harta telah mencapai nisab, atau jumlah minimum kekayaan yang dimiliki untuk membayar zakat.

Adapun ketentuan zakat telah ditentukan perhitungannya. Untuk zakat fitrah, umat muslim wajib membayar dengan makanan pokok seberat 3,5 kg. Sedangkan zakat mal sebesar 2,5% dari total kekayaan, apabila harta telah mencapai nisab atau batas kekayaan minimal. Namun, pada jenis kekayaan tertentu, seperti pertanian, peternakan, atau barang temuan, nisab zakat memiliki nominal yang berbeda.

Baca Juga: Tata-tata Cara Zakat Fitrah

Dalam sejarah pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad, amil dipilih adalah mereka yang amanah, jujur, dan akuntabel. Zakat yang disalurkan, jumlahnya sesuai dengan zakat yang masuk ke dalam baitul mal. Namun, karena pada awal kali memulai pengambilan zakat pencatatan belum dilakukan secara rinci, penggunaan dana zakat langsung disalurkan kepada golongan mustahiq.

Baca Juga: 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Sejak sistem pengelolaan zakat pada masa Nabi Muhammad di Madinah, dilakukan secara optimal, perekenomian di dalam negara menjadi lebih stabil. Gap antara orang kaya dan orang miskin semakin tipis. Tingkat kriminalitas pencurian atau perampokan di dalam Madinah juga sangat kecil. Zakat mampu membawa kedamaian dalam bersosial di Madinah saat itu.

Amil Zakat di Zaman Rasulullah

Dalam sejarah zakat, Rasulullah juga membentuk amil zakat, atau pengurus yang mengelola zakat. Serta membangun Baitul Mal sebagai tempat pengelolaan zakat. Amil, sebagai pegawai baitul mal, dibentuk memiliki pembagian tugas. Yaitu terdiri dari Katabah atau petugas yang mencatat para wajib zakat. Hasabah adalah petugas yang menaksir dan menghitung zakat. Jubah adalah petugas yang menarik atau mengambil zakat dari Muzakki. Khazanah berperan sebagai petugas yang menghimpun dan memeliharan harta zakat. Serta Qasamah adalah petugas yang menyalurkan zakat kepada mustahiq.

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi dan Zubair bin Bakkar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Shalih At Tammar dari Az Zuhri dari Sa’id bin Al Musayyab dari ‘Attab bin Usaid berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk menghitung takaran buah atau anggur yang ada di pohon milik orang-orang.” (HR Abu Abdullah Muhammad ibn Yazid Abdullah ibn Majah Al-Quzwaini).

Selain berfungsi sebagai tempat menerima zakat, baitul mal yang didirikan memiliki sifat produktif. Baitul mal juga menerima dana pajak yang dipungut dari penduduk non muslim yang tinggal di Madinah dan sekitarnya, serta sebagian dari harta rampasan perang, untuk digunakan sebagai modal pemberdayaan masyarakat.

Selain di Baitul Mal, dana zakat juga dikelola langsung oleh amil di masing-masing daerah. Yusuf Al Qardawi menjelaskan bahwa Rasulullah telah mengutus lebih dari 25 amil ke seluruh pelosok Negara, dengan membawa perintah pengumpulan dana zakat. Sekaligus mendistribusikan zakat sampai habis sebelum kembali ke Madinah. Pengelolaan zakat sebisa mungkin dilaksanakan secara merata, agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemakmuran yang sama. Tidak kekurangan, ataupun merasa kelaparan.

Pembukuan zakat dicatat terpisah dengan pendapatan lainnya, seperti pendapatan pajak dan harta rampasan perang. Dibedakan pemasukan dan pengeluaran, semua dicatat secara rinci dan jelas. Rasulullah juga berpesan kepada Amil zakat, untuk bertindak adil serta ramah kepada Muzzaki (orang yang membayar zakat) maupun Mustahiq (orang yang menerima zakat).

Baca Juga : Syarat Wajib Zakat dan Ketentuannya

Amil Zakat di Masa Kini

Sedangkan di masa kini amil zakat dibentuk dan diizinkan untuk menghimpun dan mengolala dana zakat berdasarkan penunjukan dari presiden atau pemerintah yang berwenang untuk mengatur tatanan negara. Dalam hal ini amil zakat yang langsung dibentuk dalam naungan pemerintah adalah BAZNAS. Selanjutnya BAZNAS menunjuk perwakilan amil zakat di daerah-daerah untuk menjangkau dana zakat masyarakat ke semua penjuru nusantara. Salah satunya adalah Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat yang mendapatkan wewenang secara langsung dari BAZNAS sebagai lembaga amil zakat nasional.

LAZNAS Nurul Hayat kemudian terus berinovasi meningkatkan layanan agar masyarakat mudah dalam membayar zakat dimanapun dan kapanpun. Akhirnya Nurul Hayat meluncurkan aplikasi bayar zakat online melalui zakatkita.org. Klik saja aplikasinya di button berikut.

Menyusuri Sejarah Aqiqah

  Menyusuri Sejarah Aqiqah ARTIKEL ,  SEPUTAR AQIQAH · 04/03/2024 ”Menyusuri Sejarah Aqiqah: Membahas Asal Usul dan Perkembangannya”Aqiqah, ...